Sabtu, 16 Mei 2020

TUGAS MEMBUAT JOBSHEET XI TKJ

Buatlah Laporan di bawah ini dengan di tulis tangan lalu hasil yang telah dikerjakan di photo scan file jawabannya dalam bentuk PDF, lalu file PDF nya diberi NAMA dan KELAS dan kirimlah tugas ke email  lia11tkj@gmail.com 



CARA MENGERJAKAN LAPORAN DI BAWAH INI KALIAN LIHAT DAN BACALAH BLOG "MATERI MEDIA CONVERTER FIBER OPTIK DAN INSTALASI JARINGAN LAN DENGAN FIBER OPTIK"


A. Membuat Laporan  INSTALASI JARINGAN LAN DENGAN FIBER OPTIK


LAPORAN HASIL PRAKTEK KEAHLIAN KOMPETENSI 
TEKNIK KOMPUTER JARINGAN
Mapel   : Teknologi Layanan Jaringan (WAN)
TUGAS MANDIRI
Hari/ Tgl-Bulan-Tahun   : _________, ____________
Semester _____________ / Praktek Ke ____
Nama    : _____________________________
Kelas     : _____________________________
Materi  : - Melakukan Instalasi Jaringan LAN Dengan Fiber Optik


A.      Alat
1.       _____
2.       _____
3.       _____
4.       _____
5.       _____

B.      Bahan
1.       _____
2.       _____
3.       _____
4.       _____
5.       _____

C.      Langkah – Langkah Kerja Dan Hasil

1.       _____

2.       _____

MATERI MEDIA CONVERTER FIBER OPTIK DAN INSTALASI JARINGAN LAN DENGAN FIBER OPTIK KELAS XI TKJ TJBL (WAN)


Kenali Apa Itu Kabel Fiber Optik

Kabel fiber optik merupakan jenis kabel yang terbuat dari kaca yang sangat halus dan digunakan sebagai media transmisi sinyal cahaya dengan kecepatan tinggi. Fiber optik mempunyai ukuran yang sangat kecil dan halus dengan diameter 120 mikrometer yang bahkan lebih halus dari ukuran rambut manusia. Kecepatan transmisi dalam kabel fiber optik menggunakan pembiasan cahaya sebagai prinsip atau cara kerjanya.

Sumber cahaya yang berperan dalam proses transmisi ini diperoleh dari LED atau laser. Fiber optik  atau sering disebut juga dengan serat optik menjadi komponen yang penting dalam didang telekomunikasi. Kabel fiber optik ini menjadi pilihan yang tepat untuk jaringan komunikasi berkecepatan tinggi.

Komponen Kabel Fiber Optik

Kabel fiber optik terdiri dari berbagai komponen yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Berikut ini adalah daftar dari komponen fiber optik tersebut.

#1. Core Atau Inti

Bagian core atau bagian inti dari kabel fiber optik ini berbahan kaca dengan diameter 2 μm hingga 50 μm, ukuran yang sangat kecil. Kabel fiber optik yang mempunyai diameter serat optik lebih besar akan membuat performa atau kemampuan transmisi yang lebih baik dan lebih stabil.

#2. Cladding

Bagian cladding merupakan bagian pelindung yang menyelimuti serat optik. Cladding biasanya mempunyai ukuran yang diameter 5 μm hingga 250 μm. Bahan pembentuk cladding ini adalah silikon dengan komposisi yang berbeda dengan pembentuk bagian inti. Cladding selain berfungsi untuk melindungi bagian inti atau core juga mempunyai fungsi sebagai pemandu gelombang cahaya yang dapat merefleksikan cahaya untuk kembali kepada bagian inti.

#3. Coating Atau Buffer

Bagian coating merupakan jaket atau mantel dari serat optik yang terbuat plastik yang bersifat elastis. Coating berperan sebagai lapisan pelindung dari gangguan fisik yang dimungkinkan timbul. Jenis dari gangguan fisik tersebut antara lain; lengkungan kabel atau kelembaban udara yang dapat terjadi dalam kabel. Sehingga, dibutuhkan alat ukur fiber optik untuk beberapa keperluan saat instalasi maupun perbaikan.

#4. Outer Jacket Dan Strength Member

Komponen ini merupakan bagian yang sangat penting. Hal ini dikarenakan komponen ini mempunyai fungsi sebagai pelindung utama dari kabel fiber optik. Lapisan strength member dan juga outer jacket menjadi bagian terluar dari kabel fiber optik yang berperan dalam melindungi core atau inti kabel dari gangguan fisik secara langsung.

Jenis Kabel Fiber Optik

Pemahaman tentang kabel fiber optik menjadi pengetahuan dasar untuk mengetahui tentang berbagai alat ukur fiber optik. Namun, untuk melakukan penyesuaian alatnya maka perlu juga mengetahui jenis-jenis dari kabel fiber optik. Berikut ini jenis dari kabel fiber optik berdasarkan mode transmisinya.

#1. Kabel Fiber Optik Multimode

Kabel fiber optik multimode merupakan jenis kabel yang dapat mentransmisikan cahaya yang banyak dalam waktu bersamaan. Kabel fiber optik jenis ini mempunyai ukuran inti yang besar dengan diameter 625 mikrometer. Kabel fiber optik multimode ini biasanya digunakan untuk komersial yang dapat diakses oleh banyak pengguna atau banyak orang. Kabel fiber optik jenis ini akan mengirimkan sinar inframerah yang biasanya memiliki panjang 850 hingga 1.300 nanometer.

#2. Kabel Fiber Optik Single Mode

Kabel fiber optik single mode merupakan kabel jaringan yang mempunyai transmisi tunggal, jadi hanya dapat menyebarkan cahaya melalui satu inti saja dalam suatu waktu. Kabel fiber optik ini mempunyai inti dengan diameter 9 mikrometer. Fungsi dari kabel fiber optik single mode adalah digunakan untuk mentransmisikan gelombang cahaya sinar inframerah dengan panjang gelombang sekitar 1.300 hingga 1.550 nanometer.

Tipe Kabel Fiber Optik

Kabel fiber optik selain terdapat banyak variasi alat ukur fiber optik itu sendiri juga mempunyai berbagai tipe yang berbeda. Berikut ini adalah berbagai tipe kabel fiber optik secara umum yang sering digunakan:

1.       Low Smoke Zero Halogen

2.       Simplex cable

3.    Breakout Cable untuk Indoor atau Outdoor

4.    Aerial Cable atau Self-Supporting

5.    Zipcord cable

6.    Hybrid & Composite Cable

7.    Tight Buffer untuk Indoor atau Outdoor

8.    Armored Cable

Fungsi Kabel Fiber Optik

Kabel fiber optik berfungsi untuk membuat sebuah jaringan komunikasi dengan kecepatan tinggi supaya dapat melakukan akses dan transfer data dengan kualitas terbaik. Penggunaan kabel fiber optik juga tidak akan mengalami gangguan elektromagnetik seperti jenis kabel lain. Hal ini dikarenakan kabel fiber optik tidak mempunyai arus listrik. Akan tetapi, instalasi kabel fiber optik ini lebih mahal daripada saat melakukan instalasi kabel biasa.

Alat Ukur Fiber Optik

Alat ukur fiber optik terdiri dari beberapa model dan fungsi yang berbeda, antara lain:

#1. Optical Power Meter (OPM)

OPM merupakan alat yang digunakan untuk melakukan test fiber optik saat melakukan instalasi dan pemeliharaan jaringan fiber atau serat. Optical Power Meter dipakai untuk mengukur total loss dalam sebuah link optik saat instalasi, uji akhir atau pemelihara yang diukur dalam satuan dB atau Decible.

#2. Optical Time Domain Reflectometer (OTDR)

Optical Time Domain Reflectometer merupakan alat ukur fiber optik yang digunakan untuk mengevaluasi serat optik pada domain waktu. OTDR menjadi salah satu peralatan utama untuk instalasi ataupun pemeliharaan link fiber optik. OTDR memungkinkan link diukur dari bagian ujung. OTDR digunakan untuk mendapatkan gambaran secara visual dari redaman fiber optik sepanjang link yang diplot pada layar dengan jarak pada sumbu X dan redaman atau loss pada sumbu Y. OTDR dalam display menampilkan informasi mengenai redaman fiber, loss dari sambungan, loss dalam konektor, lokasi gangguan, dan juga loss antara dua titik.

Fungsi dari Optical Time Domain Reflectometer (OTDR) ini adalah mengukur jarak pada titik dalam fiber. OTDR juga digunakan untuk mengukur besar loss rata-rata antara dua titik yang dipilih dalam fiber optik dalam satuan dB/km. Alat ukur fiber optik memang mempunyai fungsi yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan keperluan instalasi maupun pemeliharaan dan bahkan perbaikan. OTDR juga dapat digunakan untuk mengetahui jenis event dalam fiber optik. Fungsi dari OTDR lainnya adalah digunakan untuk mengetahui lokasi titik penyambungan dan besar loss. OTDR juga dapat berguna untuk mengidentifikasi lokasi dan jenis gangguan fiber optik. Fungsi berikutnya adalah untuk mengetahui besar porsi daya yang dapat dipantulkan dalam suatu event pantulan atau disebut juga dengan istilah Optical Return Loss.

#3. Visual Fault Locator

Visual Laser fiber optic atau senter fiber optic berfungsi untuk melakukan pengetesan pada core atau inti fiber optik. Laser akan mengikuti serat optik dari POP hingga user, apabila core atau tidak bermasalah, maka laser akan sampai pada titik tujuan.

#4. Fusion Splicer

Fusion Splicer (Fiber Optik) merupakan perangkat dalam sistem komunikasi yang digunakan untuk menyambungkan ujung fiber optik. Keberadaan alat ini sangat penting untuk membuat infrastruktur kabel optik menjadi optimal. Dalam membangun jaringan komunikasi pasti dibutuhkan kabel optik dengan ukuran yang panjang dari awal hingga tujuan akhir, sehingga dibutuhkan proses penyambungan.

Kabel fiber optik memang pilihan terbaik untuk membuat jaringan komunikasi dengan kecepatan tinggi. Apa saja komponen yang dapat mendukung kecepatan tersebut? Apa saja satuan dalam pengukuran? Fungsi spesifik dari kabel fiber optik? Hingga, apa saja jenis alat ukur fiber optik? Dapat ditemukan dalam penjelasan sebelumnya.

 

Peranan Penting Fiber Optic Media Converter Dan Instalasi Jaringan LAN Dengan Fiber Optik

Sebelum membahas peranan penting fiber optic media converter, lebih baik kita mengetahui pengertian fiber optic media converter dahulu. Fiber media converter adalah perangkat jaringan yang dapat menghubungkan dua jenis jaringan berbeda melalui media seperti twisted pair dengan kabel fiber optic.

Teknologi ini diperkenalkan ke industri hampir tiga dekade lalu dan mempunyai peranan penting dalam proses interkoneksi antara jaringan berbasis sistem fiber optik dengan jaringan yang berbasis tembaga pada sistem kabel terstruktur. Fiber optic media converter juga digunakan dalam akses MAN dan layanan data transportasi ke pelanggan perusahaan untuk di manfaatkan dalam sistem keamanan, salah satunya adalah fiber optic media converter for cctv.

Fiber optic media converter untuk CCTV ini tidak akan terganggu bila terkena petir, dapat digunakan dalam konfigurasi point to point atau beberapa sinyal kamera converter media yang multikompleks ditransmisikan bersama melalui satu link kabel optik fiber. Untuk karena berbasis ethernet to fiber optic media converter sangat bermanfaat jika Anda tinggal di daerah terpencil dengan akses terbatas.

Fiber optic media converter mendukung berbagai protokol komunikasi data berbeda termasuk ethernet to fibre converter, fast ethernet, gigabit ethernet media converter T1 / E1 / J1, DS3 / E3, serta beberapa jenis kabel seperti twisted pair, multi-mode dan single-mode serat optik.

Media fiber optik converter merupakan perangkat kecil dan konverter kartu PC dengan sistem chassis yang menawarkan fitur canggih untuk manajemen jaringan. How fiber optic media converter works (cara kerja Fiber Optic Media Converter) adalah dengan SNMP sistem (Simple Network management Protocol) lalu menghubungkan dengan LAN (area lokal) dengan memodifikasi media yang berbeda. Waktu memperluas jangkauan LAN untuk beberapa lokasi, optic media converter ini yang menghubungkan span ke beberapa lokasi sampai 165 km dengan optik 1660 nanometer.



Untuk jenis fiber optic media converter yang selanjutnya adalah d-link fiber optic media converter, untuk fiber media converter ini memiliki satu konversi media saluran dan mengunakan fiber multimode koneksi SC yang dapat menambah kecepatan mode duplex atau perangkat LED panel depan dan port twisted pair. Multimode SC Fiber Optik ini dapat dimanfaatkan sebagai unit mandiri atau tidak terdapat fiber optic media converter chassis. D-link fiber optic media converter diciptakan untuk menghubungan dan menerima melalui Fiber Optik Full kecepatan forwading.

Pada fiber optic media converter  jenis fiber optic media converter gigabit pada tahun 2000 digunakan untuk standar transceiver  jenis fiber to ethernet media converter dengan standar listrik swappable, artinya satu port fiber optik converter gigabit dapat mendukung berbagai media dari tembaga hingga ke gelombang panjang fiber optik singlemode hingga menempuh jarak ratusan kilometer. Jenis fiber optic media converter lain ada rs323 to fiber optic media converter, planet fiber optic media, converter, 10 100 1000m media converter, dan lainnya. Untuk fiber optic media converter price (harga fiber optic media converter) berkisar > Rp 1.000.000,-  harga tersebut akan memengaruhi kondisi dan kualitas fiber optik media converter tersebut. Semakin mahal biasanya kualitasnya semakin bagus.


INSTALASI JARINGAN LAN DENGAN FIBER OPTIK


Jaringan LAN untuk gedung gedung yang besar seperti Perkantoran, Mall atau Apartemen, saat ini sudah menggunakan kabel Fiber Optik karena jika menggunakan kabel UTP atau STP keterbatasan jarak dan kecepatan/bandwidth, disamping itu juga adanya gangguan interferensi dan induksi sinyal listrik dari luar.
Jaringan Fiber Optik mempunyai kelebihan yaitu mempunyai Loss atau redaman yang relatif sangat kecil dan tidak mengandung sifat elektrik sehingga kebal terhadap interferensi gelombang radio atau induksi sinyal listrik. Dengan sifatnya tersebut maka Fiber Optik aalah pilihan yang tepat digunakan sebagai jaringan LAN pada Gedung gedung yang besar.

Alat utama yang digunakan adalah diperlukan E/O optical converter, seperti pada gambar di bawah ini. Alat ini sudah banyak dijual baik ditoko perlatan komputer atau secara on line.

E/O optical Converter pengubah sinyal elektrik dan optical

Prinsip kerja alat ini adalah mengubah sinyal elektrik digital (deretan bit) menjadi sinyal optik atau sebaliknya. Pada alat ini ada dua jenis interface yaitu ; Electrical Interface yaitu output/input yang berasal dari sinyal elektrik dengan kabel U/STP dan konektor RJ-45 berasal dari Hub/Switch atau Router, sedangkan Optical Interface yaitu menuju ke jaringan Fiber Optik, dimana Tx adalah output sinyal optik sedangkan Rx adalah sinyal Input yang berasal dari sinyal optik jaringan luar.
Secara skema pemasangan digambarkan seperti dibawah ini

Gambar Skema Pemasangan Jaringan LAN dengan menggunakan Fiber Optik 

Yang perlu diperhatikan bahwa pada umumnya spesifikasi teknik dari E/O converter outputnya Tx adalah sekitar 0,25 watt atau jika diukur dengan Optical Power Meter (OPM) adalah – 6 dBm. Sedangkan daya minimum yang harus diterima pada Rx adalah  atau yang disebut dengan Sensitive Receive Power (SRP) sekitar 0,05 watt atau -13 dBm.
Maka dengan demikian agar LossFiber Optik antara E/O converter satu dengan E/O converter yang satunya loss maksimum adalah -6 dBm – (- 13 dBm) = 7 dB.
 Oleh sebab itu saat membeli pastikan bahwa Loss Patchord harus kecil, pada umumnya Redaman Patchcord yang baru adalah  
Langkah langkah pekerjaan adalah demikian :

  1. Siapkan patchcord baru yang dapat digelar dari lantai-1 ke lantai – x
  2. Jika diperlukan sambungan maka sambung dengan menggunakan adapter
  3. Lakukan Test Koneksi dengan VLS Visual Light Source atau senter optic.
VLS untuk mengetest koneksi kabel optik


4. Lakukan Test Loss dengan menggunakan OLS dan OPM  untuk mengetahui Loss patchcord

5. Jika terjadi Loss yang sangat besar periksa kebersihan konektor, sambungan pada adapter dan kemungkinan terjadinya bending

6. Hubungkan konektor patchcord pada E/O converter  secara silang yaitu Tx -à Rx dan Rx -à Tx

7. Cek lampu Line pada E/O converter jika lampu menyala berarti konektivitas sudah berhasil. Jika tidak menyala kemungkinan sambungan kurang sempurna atau koneksi terbalik.

8. Hubungkan E/O converter dengan Switch atau Router, dan E/O converter dengan Komputer.

9. Lakukan pemeriksaan lampu Data pada E/O converter jika menyala maka sudah terjadi handshaking atau pertukaran protocol antara Switch/Router dengan Komputer, juka tidak menyala berarti kemungkinan ada beberapa masalah yaitu ; kabel UTP/RJ-45 tidak normal atau belum terkoneksi dengan ISP secara sempurna.

10. Lakukan test konektivitas dengan Switch /Router dengan command ping dan lakukan browsing pada computer.

11. Setelah berhasil browsing dengan computer silahkan pndahkan kabel UTP-RJ-45 dari computer ke Switch untuk dijadikan jaringan LAN.













TUGAS DARING X TKJ Minggu Ke Dua


Jawablah PERNYATAAN di bawah ini dengan di tulis tangan lalu hasil yang telah dikerjakan di photo scan file jawabannya dalam bentuk PDF, lalu file PDF nya diberi NAMA dan KELAS lalu kirimlah tugas ke email  lia10tkj@gmail.com paling lambat Hari SENIN, 18 Mei 2020.



Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas singkat dan tepat !!!

1.    Jenis jaringan yang memiliki jangkauan paling sempit adalah . . .
       jawab:

2.    Teknologi jaringan tanpa kabel disebut … 
       jawab:   

3.    Berikut ini yang bukan kelebihan dari topologi BUS adalah …
       jawab:

4.   Topologi yang setiap workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin adalah …
      jawab:

5.    Kelemahan dari topologi Star adalah …
       jawab:

6.    Lembaga yang membuat aturan baku yang dikenal dengan nama model refensi OSI (Open System Interconnection) adalah …
       jawab:

7.    Terdiri dari berapa bit angka biner pada IP Address ?
       jawab:

8.    Contoh Second Level Domain di bawah ini adalah
       jawab:

9.    Macam IP Address yang digunakan untuk jaringan berukuran sedang dan besar adalah…
       jawab:

10. Crossover kabel memiliki fungsi menghubungkan adalah...
       jawab:

11. Satuan informasi terkecil yang dikenal dalam komunikasi data adalah …
     jawab:

12. Perangkat yang berfungsi mengatur pemilihan jalur terbaik untuk dilewati paket data dikenal sebagai …
      jawab:

13. … adalah sebuah perangkat untuk meneruskan Internet ke client yang terhubung dengan server.
     jawab:

14. Perangkat yang berfungsi sebagai repeater dan sekaligus concentrator dalam sebuah jaringan komputer adalah …
      jawab:

15. Central node pada topologi star berupa...
       jawab:

16. Jaringan yang biasanya diaplikasikan hanya di dalam sebuah gedung adalah...
      jawab:

17. Kepanjangan dari LAN adalah...
      jawab:

18. Fungsi router bekerja pada lapisan...
      jawab:

19. Perangkat yang berfungsi untuk menghubungkan atau menyatukan kabel-kabel network dari setiap komputer workstation atau client adalah...
      jawab:

20. Perangkat yang berfungsi untuk membagi sebuah jaringan menjadi dua buah jaringan adalah...
      jawab:

Jumat, 08 Mei 2020

TUGAS DARING KELAS XI TKJ


Buatlah tugas tabel di bawah ini dengan di tulis tangan lalu hasil yang telah dikerjakan di photo scan file jawabannya dalam bentuk PDF, lalu file PDF nya diberi NAMA dan KELAS lalu kirimlah tugas ke email  lia11tkj@gmail.com paling lambat Hari Senin, 11 Mei 2020.



Isilah table berikut Cara atau Langkah Penjelasan dan Penyelesaian dari FUNGSI FUSION SPLICER

NO
FUNGSI FUSION SPLICER
PENJELASAN
PENYELESAIAN
1
Struktur Fusion Splicer


2
Proses Fusion Splicing


3
Kualitas Sambungan


4
Kesalahan dalam Penyambungan


5
Pemeliharaan




Kamis, 07 Mei 2020

TUGAS DARING KELAS X TKJ

Jawablah PERNYATAAN di bawah ini dengan di tulis tangan lalu hasil yang telah dikerjakan di photo scan file jawabannya dalam bentuk PDF, lalu file PDF nya diberi NAMA dan KELAS lalu kirimlah tugas ke email  lia10tkj@gmail.com paling lambat Hari Sabtu, 9 Mei 2020.



Berilah tanda check list ( √ ) pada pilihan yang sesuai pendapatmu!

NO
PERNYATAAN
SETUJU
TIDAK SETUJU
1
LAN cakupan areanya lebih luas dibandingkan MAN, namun kalah luas disbanding WAN.


2
Menurut saya topologi star saat ini lebih banyak digunakan untuk jaringan LAN di kantor-kantor


3
Keunggulan topologi BUS dibanding topologi lainnya adalah pada topologi BUS apabila ada gangguan pada salah satu workstation, maka jaringan secara keseluruhan tidak akan terganggu.


4
Untuk jaringan yang terdiri atas sedikit computer, maka tipe jaringan peer to peer lebih menguntungkan.


5
Untuk jaringan berukuran kecil (LAN), maka IP Addressnya dikelompokkan kedalam IP Address kelas A.


MATERI DARING IP ADDRESS KELAS X TKJ


MATERI DARING IP ADDRESS KELAS X TKJ


IP Address (internet protocol address) merupakan deretan angka biner antara 32 bit sampai dengan 128 bit yang digunakan sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan internet. Angka 32 bit digunakan untuk alamat IP Address versi IPv4 dan angka 128 bit digunakan untuk IP Address versi IPv6 untuk menunjukkan alamat dari komputer pada jaringan internet berbasis TCP/IP.
IP Address tersebut memiliki identitas numerik yang akan dilabelkan kepada suatu device seperti komputer, router atau printer yang terdapat dalam suatu jaringan komputer yang menggunakan internet protocol sebagai sarana komunikasi.

Apa Fungsi IP Address
  1. IP Address digunakan sebagai alat identifikasi host atau antarmuka pada jaringan

    Fungsi ini diilustrasikan seperti nama orang sebagai suatu metode untuk mengenali siapa orang tersebut. Dalam jaringan komputer pun berlaku hal yang sama yaitu alamat IP Address yang unik tersebut akan digunakan untuk mengenali sebuah komputer atau device pada jaringan.
  2. IP Address digunakan sebagai alamat lokasi jaringan

    Fungsi ini diilustrasikan seperti alamat rumah kita yang menunjukkan lokasi kita berada. Untuk memudahkan pengiriman paket data, maka IP Address memuat informasi keberadaannya. Ada rute yang harus dilalui agar data dapat sampai ke komputer yang dituju.

Jenis IP Address
  1. IP versi 4 (IPv4)

    Internet protocol version 4 atau IPv4 terdiri dari 32-bit dan bisa menampung lebih dari 4.294.967.296 host di seluruh dunia. Sebagai contoh yaitu 172.146.80.100, jika host di seluruh dunia melebihi angka 4.294.967.296 maka dibuatlah IPv6.
  2. IP versi 6 (IPv6)

    IPv6 diciptakan untuk menjawab kekhawatiran akan kemampuan IPv4 yang hanya menggunakan 32 bit untuk menampung IP Address di seluruh dunia, semakin banyaknya pengguna jaringan internet dari hari ke hari di seluruh dunia IPv4 dinilai suatu saat akan mencapai batas maksimum yang dapat ditampungnya, untuk itulah IPv6 versi 128 bit diciptakan. Dengan kemampuanya yang jauh lebih besar dari IPv4 dinilai akan mampu menyediakan IP Address pada seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia yang semakin hari semakin banyak.

    Internet protocol versi 6 atau IPv6 ini terdiri dari 128 bit. IP ini 4 kali dari IPv4, tetapi jumlah host yang bisa ditampung bukan 4 kali dari 4.294.967.296 melainkan 4.294.967.296 pangkat 4, jadi hasilnya 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456.

Struktur IP Address Versi 4
IP address kan terdiri dari 32 bit. Namun dalam penggunaannya, 32 bit ini dibagi menjadi 4 bagian, yang masing-masing bagiannya adalah 8 bit.
Cara penulisannya ada 3:
  1. Doted-decimal notation atau disingkat DDN, contoh: 192.168.10.69 — yang paling sering digunakan. .
  2. Bit notation atau dengan binary, contoh: 11000000.10101000.00001010.01000101 — latihan dengan notasi ini saat belajar IP address.
  3. Hex notation atau dengan hexadecimal, contoh: C0.AB.A.45 — jarang digunakan, tapi ada beberapa program yang menuliskan IPv4 address dengan hexadecimal.

Alamat 192.168.10.55 diatas hanya contoh saja.
Kemudian, dari pembagian IP addres diatas, struktur IP address sifatnya hirarkikal. Maksudnya?
Kan panjangnya 32 bit. Berarti totalnya ada 2^32, atau 4,294,967,296 address. Jika flat (tidak hirarkikal) berarti alamat IPv4 dimulai dari 0 sampai 4.xxx.xxx.dst (4 miliar sekian) alamat tersebut.
Tentu hal tersebut tidak efektif untuk routing karena setiap perangkat harus punya IP yang unik — dan tiap router di dunia ini harus menyimpan semua alamat-alamat tersebut kalau mau bisa berkomunikasi.
Maka solusinya adalah struktur IP Address dijadikan hirarki; two-level hirarkikal, atau three-level hirarkikal, seperti ini:
  • Two-level hirarkikal: network – host
  • Three-level hirarkikal: network – subnet – host
Perhatikan gambar dibawah agar lebih jelas:



Terdapat 2 hal tentang IP address.
  1. Pertama: panjangnya yang 32 bit, dibagi menjadi 4 bagian yang masing-masing 8 bit (oktet).
  2. Kedua: strukturnya hirarki, tiap oktet dibagi atas network-host, atau network-subnet-host.

Kelas IP Address
IP Address didesign menjadi beberapa kelas, tujuannya agar lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan. Ada kelas IP address yang menyediakan ruang untuk network yang banyak, tapi ruang untuk hostnya sedikit.
Sebaliknya, ada juga kelas IP address yang ruang networknya sedikit, tapi ruang untuk hostnya banyak.
Itulah konsep sederhana pengkelasan ip address, silakan diingat baik-baik.
Kalau digambarkan, seperti ini kelas ip address yang dibagi menjadi: Class A, Class B, Class C, Class D, dan Class E.





Struktur masing-masing kelas IP address yaitu:
  • Class A: Network – Host – Host – Host
    Perhatikan nilai bit untuk networknya. Ada 8 bit kan? Maka kita bisa menyebutkan class A ip address di /8.
  • Class B: Network – Network – Host – Host
    Bisa disebut dengan /16.
  • Class C: Network – Network – Network – Host
    Bisa disebut dengan /24.
Kelas A paling banyak alokasinya. Hingga 50% dari keseluruhan ip address versi 4. Seperti ini jika digambarkan dengan diagram:


Gambar 14: Alokasi IP Address Versi 4 – Classfull


Khusus class D, digunakan untuk multicast (dibawah ada penjelasan lebih lanjut). Mengenai class E, alamat ini sudah reserved untuk digunakan di masa mendatang (tidak lagi experimental atau research).
Dari subnet mask, atau prefix length: kita bisa tahu seberapa lebar ukuran network address (juga) darisitu kita bisa tahu berapa lebar ukuran host addressnya.

Range Kelas IP Address
Jika menggunakan kelas A, kamu bisa punya sampai 126 network address (sedikit). Tapi.. host address setiap network di kelas A, bisa banyak. Hingga 16 juta sekian.
Sedangkan jika menggunakan kelas B, networknya bisa sampai 16 ribu sekian (lebih banyak dari kelas A). Tapi jumlah host setiap networknya lebih sedikit dari kelas A, yaitu 65 ribu sekian.
Nah biasanya kalau belajar IP address, pakai kelas C. Karena host address setiap networknya cuma sedikit, cuma 254 host, tapi jumlah network addressnya bisa hingga 2 juta sekian.
Tabel range network dan host setiap kelas IP address.
Kelas IP Address
Range (bit) Oktet Pertama
Jumlah Network Address
Jumlah Host Address
Class A
0 sampai 127
126 (2 reserved)
16.777.214
Class B
128 sampai 191
16.384
65.534
Class C
192 sampai 223
2.097.152
254
Dari tabel diatas, berikut adalah range network address yang valid (yang bisa digunakan):
  • Class A: 1.0.0.0 sampai 126.0.0.0
  • Class B: 128.0.0.0 sampai 191.255.0.0
  • Class C: 192.0.0.0 sampai 223.255.255.0
Coba kamu perhatikan range bit class A, 0 sampai 127 (oke hasilnya 126). Tapi Class B, dari 128 ke 191 kok malah dapetnya 16.384.


A.      Network Address Class A
Kita akan membahas network address class A terlebih dahulu, perhatikan gambar kelas IP address diatas. Nah kita akan bermain di 8 bit pertama (oktet pertama).
Aturan network address class A: nilai bit pertama harus “off” atau bernilai “0”. Bit kedua dan seterusnya (jika bernilai 1 semua) akan mencapai range maksimal, perhatikan:
Value
128
64
32
16
8
4
2
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
127
0
1
1
1
1
1
1
1
  • 00000000 = 0, network bit class A address (oktet pertama)
  • 01111111 = 127, network bit class A address maksimum (oktet pertama)
Ukuran untuk network address class A adalah 8 bit, namun bit pertama diharuskan nol sehingga nilainya 2 pangkat 7 sama dengan 128. Ada 2 reserved address sehingga 126.
Host address Class A
Dari format diatas kita bisa lihat space untuk host address class A adalah 3 byte (3 oktet). Sama dengan 24 bit. Berarti 2 pangkat 24, hasilnya 16,777,216 address.
Format ip address Class A: network-host-host-host
Alamat networknya yang valid adalah 1 sampai 126. Sedangkan hostnya adalah dari 1 sampai 254 setiap oktetnya.
Nilai 255 identik dengan alamat broadcast (akan kita bahas dibawah).
Misal: ip addressnya 10.1.2.3. Maka nilai 10 adalah network addressnya — dan 1.2.3 adalah host addressnya. Hingga sampai ke nilai 11 (baru sampai ke network selanjutnya).
Valid address range Class A
Ingat saja rumus ini untuk mengetahui valid addressnya:
  • Host bit bernilai 0 semua, adalah network address: 10.0.0.0
  • Host bit bernilai 1 semua, adalah broadcast address: 10.255.255.255
Maka valid address dari contoh tersebut adalah dari 10.0.0.1 sampai 10.255.255.254 (biasa disebut last host atau higher address).


B. Network Address Class B
Network address class B berada di oktet pertama dan kedua.
Aturannya network address class B: bit pertama dari oktet pertama harus bernilai “on” atau “1” sedangkan bit kedua harus bernilai “off” atau “0”.
Value
128
64
32
16
8
4
2
1
128
1
0
0
0
0
0
0
0
191
1
0
1
1
1
1
1
1
  • 10000000 = 128, network bit class B address minimum (oktet pertama)
  • 11000000 = 191, network bit class B address maximum (2 bit di oktet pertama)
Ukuran network address class B adalah 16 bit (2 oktet), tapi mengikuti aturan pengalamatan diatas, kita punya 14 bit untuk dimanipulasi. Berarti 2 pangkat 14, sama dengan 16,384 network address class B.
Host address Class B
Dua byte pertama untuk network address, 2 byte sisanya untuk host address. Berarti 2 pangkat 16 untuk host address class B, sama dengan 65,534.
Format host address class B: network-network-host-host.
Contoh ip addressnya: 172.16.30.18. Maka network addressnya adalah 172.16 dan host addressnya adalah 30.18.
Valid address range Class B
Berikut valid addressnya:
  • Host bit bernilai 0 semua, adalah network address: 172.16.0.0
  • Host bit bernilai 1 semua, adalah broadcast address: 172.16.255.255
Ingat yang terakhir (255) digunakan untuk broadcast address. Maka valid address range class B dari contoh tersebut adalah mulai 172.16.0.1 sampai 172.16.255.254.


C. Network Address Class C
Class C. berada di 3 bit pertama di oktet pertama.
Aturan network address class C: 2 bit pertama harus bernilai “on” atau “1”, sedangkan bit ke tiga harus bernilai “off” atau “0”.
Value
128
64
32
16
8
4
2
1
192
1
1
0
0
0
0
0
0
223
1
1
0
1
1
1
1
1
  • 11000000 = 192, network bit Class C address minimum (3 bit oktet pertama)
  • 11011111 = 223, network bit Class C address maksimum (3 bit oktet pertama)
Ukuran network address Class C adalah 3 oktet atau 24 bit. Tapi 3 bit reserved berdasarkan aturan diatas, sehingga total network address class C adalah 2 pangkat 21, sama dengan 2.097.152.
Host address Class C
Tiga byte pertama digunakan untuk network address. Maka host address Class C hanya 1 byte, yang terakhir.
Format host address class C: network-network-network-host.
Contoh ip addressnya: 192.168.12.33. Maka network addressnya adalah 192.168.12 sedangkan host addressnya adalah 33. Gampang kan?
Valid address range Class C
Validnya seperti ini:
  • Host bit bernilai 0 semua, adalah network address: 192.168.12.0
  • Host bit bernilai 1 semua, adalah broadcast address: 192.168.12.255
Jangan lupa, alamat 192.168.12.255 adalah alamat broadcast. Maka range address class C yang valid dari contoh diatas adalah: mulai 192.168.12.1 sampai 192.168.12.254.


D. Network Address Class D dan Class E
Coba perhatikan yang class C. Network addressnya berhenti di 223 kan?
Nah, 224.x.x.x digunakan untuk multicast, range nya dari 224.0.0.0 sampai 239.255.255.255. Inilah class D.
Beberapa protocol yang menggunakan alamat multicast adalah routing protocol seperti EIGRP dan OSPF. Alamat tersebut digunakan untuk menyebarkan informasi routing.
  • Kelas D

    Format : 1110mmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm

    4 Bit pertama : 1110

    Bit multicast : 28 bit

    Byte Inisial : 224-247

    Deskripsi : Kelas D adalah ruang alamat multicast

    Kelas ini digunakan untuk keperluan Multicasting. 4 bit pertama 1110, bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP Address ini. Dalam multicasting tidak dikenal network bit dan host bit.
  • Kelas E

    Format : 1111rrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr

    4 bit pertama : 1111

    Bit cadangan : 28 bit

    Byte inisial : 248-255

    Deskripsi : Kelas E adalah ruang alamat yang dicadangkan untuk keperluan eksperimental.
Sedangkan class E, rangenya dari 240 dan seterusnya, digunakan for scientific purpose (future used). Tidak kita bahas terlalu panjang, ingat saja rangenya.