Sabtu, 16 Mei 2020
TUGAS MEMBUAT JOBSHEET XI TKJ
MATERI MEDIA CONVERTER FIBER OPTIK DAN INSTALASI JARINGAN LAN DENGAN FIBER OPTIK KELAS XI TKJ TJBL (WAN)
Kenali Apa Itu Kabel Fiber Optik
Kabel fiber optik merupakan jenis
kabel yang terbuat dari kaca yang sangat halus dan digunakan sebagai media
transmisi sinyal cahaya dengan kecepatan tinggi. Fiber optik mempunyai ukuran
yang sangat kecil dan halus dengan diameter 120 mikrometer yang bahkan lebih
halus dari ukuran rambut manusia. Kecepatan transmisi dalam kabel fiber optik
menggunakan pembiasan cahaya sebagai prinsip atau cara kerjanya.
Sumber cahaya yang berperan dalam
proses transmisi ini diperoleh dari LED atau laser. Fiber optik atau sering disebut juga dengan serat optik
menjadi komponen yang penting dalam didang telekomunikasi. Kabel fiber optik
ini menjadi pilihan yang tepat untuk jaringan komunikasi berkecepatan tinggi.
Komponen Kabel Fiber Optik
Kabel fiber optik terdiri dari
berbagai komponen yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Berikut ini adalah
daftar dari komponen fiber optik tersebut.
#1. Core Atau Inti
Bagian core atau bagian inti dari
kabel fiber optik ini berbahan kaca dengan diameter 2 μm hingga 50 μm, ukuran
yang sangat kecil. Kabel fiber optik yang mempunyai diameter serat optik lebih
besar akan membuat performa atau kemampuan transmisi yang lebih baik dan lebih
stabil.
#2. Cladding
Bagian cladding merupakan bagian
pelindung yang menyelimuti serat optik. Cladding biasanya mempunyai ukuran yang
diameter 5 μm hingga 250 μm. Bahan pembentuk cladding ini adalah silikon dengan
komposisi yang berbeda dengan pembentuk bagian inti. Cladding selain berfungsi
untuk melindungi bagian inti atau core juga mempunyai fungsi sebagai pemandu
gelombang cahaya yang dapat merefleksikan cahaya untuk kembali kepada bagian
inti.
#3. Coating Atau Buffer
Bagian coating merupakan jaket
atau mantel dari serat optik yang terbuat plastik yang bersifat elastis.
Coating berperan sebagai lapisan pelindung dari gangguan fisik yang
dimungkinkan timbul. Jenis dari gangguan fisik tersebut antara lain; lengkungan
kabel atau kelembaban udara yang dapat terjadi dalam kabel. Sehingga,
dibutuhkan alat ukur fiber optik untuk beberapa keperluan saat instalasi maupun
perbaikan.
#4. Outer Jacket Dan Strength
Member
Komponen ini merupakan bagian yang sangat penting. Hal ini dikarenakan komponen ini mempunyai fungsi sebagai pelindung utama dari kabel fiber optik. Lapisan strength member dan juga outer jacket menjadi bagian terluar dari kabel fiber optik yang berperan dalam melindungi core atau inti kabel dari gangguan fisik secara langsung.
Jenis Kabel Fiber Optik
Pemahaman tentang kabel fiber
optik menjadi pengetahuan dasar untuk mengetahui tentang berbagai alat ukur
fiber optik. Namun, untuk melakukan penyesuaian alatnya maka perlu juga
mengetahui jenis-jenis dari kabel fiber optik. Berikut ini jenis dari kabel fiber
optik berdasarkan mode transmisinya.
#1. Kabel Fiber Optik Multimode
Kabel fiber optik multimode
merupakan jenis kabel yang dapat mentransmisikan cahaya yang banyak dalam waktu
bersamaan. Kabel fiber optik jenis ini mempunyai ukuran inti yang besar dengan
diameter 625 mikrometer. Kabel fiber optik multimode ini biasanya digunakan
untuk komersial yang dapat diakses oleh banyak pengguna atau banyak orang.
Kabel fiber optik jenis ini akan mengirimkan sinar inframerah yang biasanya
memiliki panjang 850 hingga 1.300 nanometer.
#2. Kabel Fiber Optik Single Mode
Kabel fiber optik single mode
merupakan kabel jaringan yang mempunyai transmisi tunggal, jadi hanya dapat
menyebarkan cahaya melalui satu inti saja dalam suatu waktu. Kabel fiber optik
ini mempunyai inti dengan diameter 9 mikrometer. Fungsi dari kabel fiber optik
single mode adalah digunakan untuk mentransmisikan gelombang cahaya sinar
inframerah dengan panjang gelombang sekitar 1.300 hingga 1.550 nanometer.
Tipe Kabel Fiber Optik
Kabel fiber optik selain terdapat
banyak variasi alat ukur fiber optik itu sendiri juga mempunyai berbagai tipe
yang berbeda. Berikut ini adalah berbagai tipe kabel fiber optik secara umum
yang sering digunakan:
1. Low
Smoke Zero Halogen
2. Simplex
cable
3. Breakout
Cable untuk Indoor atau Outdoor
4. Aerial
Cable atau Self-Supporting
5. Zipcord
cable
6. Hybrid
& Composite Cable
7. Tight
Buffer untuk Indoor atau Outdoor
8. Armored
Cable
Fungsi Kabel Fiber Optik
Kabel fiber optik berfungsi untuk membuat sebuah jaringan komunikasi dengan kecepatan tinggi supaya dapat melakukan akses dan transfer data dengan kualitas terbaik. Penggunaan kabel fiber optik juga tidak akan mengalami gangguan elektromagnetik seperti jenis kabel lain. Hal ini dikarenakan kabel fiber optik tidak mempunyai arus listrik. Akan tetapi, instalasi kabel fiber optik ini lebih mahal daripada saat melakukan instalasi kabel biasa.
Alat Ukur Fiber Optik
Alat ukur fiber optik terdiri
dari beberapa model dan fungsi yang berbeda, antara lain:
#1. Optical Power Meter (OPM)
OPM merupakan alat yang digunakan
untuk melakukan test fiber optik saat melakukan instalasi dan pemeliharaan
jaringan fiber atau serat. Optical Power Meter dipakai untuk mengukur total
loss dalam sebuah link optik saat instalasi, uji akhir atau pemelihara yang
diukur dalam satuan dB atau Decible.
#2. Optical Time Domain
Reflectometer (OTDR)
Optical Time Domain Reflectometer
merupakan alat ukur fiber optik yang digunakan untuk mengevaluasi serat optik
pada domain waktu. OTDR menjadi salah satu peralatan utama untuk instalasi
ataupun pemeliharaan link fiber optik. OTDR memungkinkan link diukur dari
bagian ujung. OTDR digunakan untuk mendapatkan gambaran secara visual dari
redaman fiber optik sepanjang link yang diplot pada layar dengan jarak pada
sumbu X dan redaman atau loss pada sumbu Y. OTDR dalam display menampilkan
informasi mengenai redaman fiber, loss dari sambungan, loss dalam konektor,
lokasi gangguan, dan juga loss antara dua titik.
Fungsi dari Optical Time Domain
Reflectometer (OTDR) ini adalah mengukur jarak pada titik dalam fiber. OTDR
juga digunakan untuk mengukur besar loss rata-rata antara dua titik yang
dipilih dalam fiber optik dalam satuan dB/km. Alat ukur fiber optik memang
mempunyai fungsi yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan keperluan instalasi
maupun pemeliharaan dan bahkan perbaikan. OTDR juga dapat digunakan untuk
mengetahui jenis event dalam fiber optik. Fungsi dari OTDR lainnya adalah
digunakan untuk mengetahui lokasi titik penyambungan dan besar loss. OTDR juga
dapat berguna untuk mengidentifikasi lokasi dan jenis gangguan fiber optik.
Fungsi berikutnya adalah untuk mengetahui besar porsi daya yang dapat
dipantulkan dalam suatu event pantulan atau disebut juga dengan istilah Optical
Return Loss.
#3. Visual Fault Locator
Visual Laser fiber optic atau
senter fiber optic berfungsi untuk melakukan pengetesan pada core atau inti
fiber optik. Laser akan mengikuti serat optik dari POP hingga user, apabila
core atau tidak bermasalah, maka laser akan sampai pada titik tujuan.
#4. Fusion Splicer
Fusion Splicer (Fiber Optik)
merupakan perangkat dalam sistem komunikasi yang digunakan untuk menyambungkan
ujung fiber optik. Keberadaan alat ini sangat penting untuk membuat
infrastruktur kabel optik menjadi optimal. Dalam membangun jaringan komunikasi
pasti dibutuhkan kabel optik dengan ukuran yang panjang dari awal hingga tujuan
akhir, sehingga dibutuhkan proses penyambungan.
Kabel fiber optik memang pilihan
terbaik untuk membuat jaringan komunikasi dengan kecepatan tinggi. Apa saja
komponen yang dapat mendukung kecepatan tersebut? Apa saja satuan dalam
pengukuran? Fungsi spesifik dari kabel fiber optik? Hingga, apa saja jenis alat
ukur fiber optik? Dapat ditemukan dalam penjelasan sebelumnya.
Jaringan Fiber Optik mempunyai kelebihan yaitu mempunyai Loss atau redaman yang relatif sangat kecil dan tidak mengandung sifat elektrik sehingga kebal terhadap interferensi gelombang radio atau induksi sinyal listrik. Dengan sifatnya tersebut maka Fiber Optik aalah pilihan yang tepat digunakan sebagai jaringan LAN pada Gedung gedung yang besar.
- Siapkan
patchcord baru yang dapat digelar dari lantai-1 ke lantai – x
- Jika
diperlukan sambungan maka sambung dengan menggunakan adapter
- Lakukan
Test Koneksi dengan VLS Visual Light Source atau senter optic.
4. Lakukan Test Loss dengan menggunakan OLS dan OPM untuk mengetahui Loss patchcord
TUGAS DARING X TKJ Minggu Ke Dua
Jawablah PERNYATAAN di bawah ini dengan di tulis tangan lalu hasil yang telah dikerjakan di photo scan file jawabannya dalam bentuk PDF, lalu file PDF nya diberi NAMA dan KELAS lalu kirimlah tugas ke email lia10tkj@gmail.com paling lambat Hari SENIN, 18 Mei 2020.
jawab:
2. Teknologi jaringan tanpa kabel disebut …
jawab:
4. Topologi yang setiap workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin adalah …
jawab:
5. Kelemahan dari topologi Star adalah …
jawab:
6. Lembaga yang membuat aturan baku yang dikenal dengan nama model refensi OSI (Open System Interconnection) adalah …
jawab:
7. Terdiri dari berapa bit angka biner pada IP Address ?
jawab:
8. Contoh Second Level Domain di bawah ini adalah
jawab:
9. Macam IP Address yang digunakan untuk jaringan berukuran sedang dan besar adalah…
jawab:
10. Crossover kabel memiliki fungsi menghubungkan adalah...
jawab:
11. Satuan informasi terkecil yang dikenal dalam komunikasi data adalah …
jawab:
12. Perangkat yang berfungsi mengatur pemilihan jalur terbaik untuk dilewati paket data dikenal sebagai …
jawab:
13. … adalah sebuah perangkat untuk meneruskan Internet ke client yang terhubung dengan server.
jawab:
14. Perangkat yang berfungsi sebagai repeater dan sekaligus concentrator dalam sebuah jaringan komputer adalah …
jawab:
15. Central node pada topologi star berupa...
jawab:
16. Jaringan yang biasanya diaplikasikan hanya di dalam sebuah gedung adalah...
jawab:
17. Kepanjangan dari LAN adalah...
jawab:
18. Fungsi router bekerja pada lapisan...
jawab:
19. Perangkat yang berfungsi untuk menghubungkan atau menyatukan kabel-kabel network dari setiap komputer workstation atau client adalah...
jawab:
20. Perangkat yang berfungsi untuk membagi sebuah jaringan menjadi dua buah jaringan adalah...
jawab:
Jumat, 08 Mei 2020
TUGAS DARING KELAS XI TKJ
Buatlah tugas tabel di bawah ini dengan di tulis tangan lalu hasil yang telah dikerjakan di photo scan file jawabannya dalam bentuk PDF, lalu file PDF nya diberi NAMA dan KELAS lalu kirimlah tugas ke email lia11tkj@gmail.com paling lambat Hari Senin, 11 Mei 2020.
|
NO
|
FUNGSI FUSION SPLICER
|
PENJELASAN
|
PENYELESAIAN
|
|
1
|
Struktur Fusion Splicer
|
|
|
|
2
|
Proses Fusion Splicing
|
|
|
|
3
|
Kualitas Sambungan
|
|
|
|
4
|
Kesalahan dalam Penyambungan
|
|
|
|
5
|
Pemeliharaan
|
|
|
Kamis, 07 Mei 2020
TUGAS DARING KELAS X TKJ
Jawablah PERNYATAAN di bawah ini dengan di tulis tangan lalu hasil yang telah dikerjakan di photo scan file jawabannya dalam bentuk PDF, lalu file PDF nya diberi NAMA dan KELAS lalu kirimlah tugas ke email lia10tkj@gmail.com paling lambat Hari Sabtu, 9 Mei 2020.
NO
|
PERNYATAAN
|
SETUJU
|
TIDAK SETUJU
|
1
|
LAN cakupan areanya lebih luas dibandingkan MAN,
namun kalah luas disbanding WAN.
|
||
2
|
Menurut saya topologi star saat ini lebih banyak
digunakan untuk jaringan LAN di kantor-kantor
|
||
3
|
Keunggulan topologi BUS dibanding topologi lainnya
adalah pada topologi BUS apabila ada gangguan pada salah satu workstation,
maka jaringan secara keseluruhan tidak akan terganggu.
|
||
4
|
Untuk jaringan yang terdiri atas sedikit computer,
maka tipe jaringan peer to peer lebih menguntungkan.
|
||
5
|
Untuk jaringan berukuran kecil (LAN), maka IP
Addressnya dikelompokkan kedalam IP Address kelas A.
|
MATERI DARING IP ADDRESS KELAS X TKJ
- IP
Address digunakan sebagai alat identifikasi host atau antarmuka pada jaringan
Fungsi ini diilustrasikan seperti nama orang sebagai suatu metode untuk mengenali siapa orang tersebut. Dalam jaringan komputer pun berlaku hal yang sama yaitu alamat IP Address yang unik tersebut akan digunakan untuk mengenali sebuah komputer atau device pada jaringan. - IP
Address digunakan sebagai alamat lokasi jaringan
Fungsi ini diilustrasikan seperti alamat rumah kita yang menunjukkan lokasi kita berada. Untuk memudahkan pengiriman paket data, maka IP Address memuat informasi keberadaannya. Ada rute yang harus dilalui agar data dapat sampai ke komputer yang dituju.
Jenis IP Address
- IP
versi 4 (IPv4)
Internet protocol version 4 atau IPv4 terdiri dari 32-bit dan bisa menampung lebih dari 4.294.967.296 host di seluruh dunia. Sebagai contoh yaitu 172.146.80.100, jika host di seluruh dunia melebihi angka 4.294.967.296 maka dibuatlah IPv6. - IP
versi 6 (IPv6)
IPv6 diciptakan untuk menjawab kekhawatiran akan kemampuan IPv4 yang hanya menggunakan 32 bit untuk menampung IP Address di seluruh dunia, semakin banyaknya pengguna jaringan internet dari hari ke hari di seluruh dunia IPv4 dinilai suatu saat akan mencapai batas maksimum yang dapat ditampungnya, untuk itulah IPv6 versi 128 bit diciptakan. Dengan kemampuanya yang jauh lebih besar dari IPv4 dinilai akan mampu menyediakan IP Address pada seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia yang semakin hari semakin banyak.
Internet protocol versi 6 atau IPv6 ini terdiri dari 128 bit. IP ini 4 kali dari IPv4, tetapi jumlah host yang bisa ditampung bukan 4 kali dari 4.294.967.296 melainkan 4.294.967.296 pangkat 4, jadi hasilnya 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456.
- Doted-decimal
notation atau disingkat DDN, contoh: 192.168.10.69 — yang paling sering
digunakan. .
- Bit
notation atau dengan binary, contoh: 11000000.10101000.00001010.01000101 —
latihan dengan notasi ini saat belajar IP address.
- Hex
notation atau dengan hexadecimal, contoh: C0.AB.A.45 — jarang digunakan,
tapi ada beberapa program yang menuliskan IPv4 address dengan hexadecimal.
- Two-level
hirarkikal: network – host
- Three-level
hirarkikal: network – subnet – host
- Pertama:
panjangnya yang 32 bit, dibagi menjadi 4 bagian yang masing-masing 8 bit
(oktet).
- Kedua:
strukturnya hirarki, tiap oktet dibagi atas network-host, atau
network-subnet-host.
- Class
A: Network – Host – Host – Host
Perhatikan nilai bit untuk networknya. Ada 8 bit kan? Maka kita bisa menyebutkan class A ip address di /8. - Class
B: Network – Network – Host – Host
Bisa disebut dengan /16. - Class
C: Network – Network – Network – Host
Bisa disebut dengan /24.
|
Kelas IP
Address
|
Range
(bit) Oktet Pertama
|
Jumlah
Network Address
|
Jumlah
Host Address
|
|
Class A
|
0 sampai 127
|
126 (2
reserved)
|
16.777.214
|
|
Class B
|
128 sampai
191
|
16.384
|
65.534
|
|
Class C
|
192 sampai
223
|
2.097.152
|
254
|
- Class
A: 1.0.0.0 sampai 126.0.0.0
- Class
B: 128.0.0.0 sampai 191.255.0.0
- Class
C: 192.0.0.0 sampai 223.255.255.0
|
Value
|
128
|
64
|
32
|
16
|
8
|
4
|
2
|
1
|
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
127
|
0
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
- 00000000
= 0, network bit class A address (oktet pertama)
- 01111111
= 127, network bit class A address maksimum (oktet pertama)
- Host
bit bernilai 0 semua, adalah network address: 10.0.0.0
- Host
bit bernilai 1 semua, adalah broadcast address: 10.255.255.255
|
Value
|
128
|
64
|
32
|
16
|
8
|
4
|
2
|
1
|
|
128
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
191
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
- 10000000
= 128, network bit class B address minimum (oktet pertama)
- 11000000
= 191, network bit class B address maximum (2 bit di oktet pertama)
- Host
bit bernilai 0 semua, adalah network address: 172.16.0.0
- Host
bit bernilai 1 semua, adalah broadcast address: 172.16.255.255
|
Value
|
128
|
64
|
32
|
16
|
8
|
4
|
2
|
1
|
|
192
|
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
223
|
1
|
1
|
0
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
- 11000000
= 192, network bit Class C address minimum (3 bit oktet pertama)
- 11011111
= 223, network bit Class C address maksimum (3 bit oktet pertama)
- Host
bit bernilai 0 semua, adalah network address: 192.168.12.0
- Host
bit bernilai 1 semua, adalah broadcast address: 192.168.12.255
- Kelas
D
Format : 1110mmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm
4 Bit pertama : 1110
Bit multicast : 28 bit
Byte Inisial : 224-247
Deskripsi : Kelas D adalah ruang alamat multicast
Kelas ini digunakan untuk keperluan Multicasting. 4 bit pertama 1110, bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP Address ini. Dalam multicasting tidak dikenal network bit dan host bit. - Kelas
E
Format : 1111rrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr
4 bit pertama : 1111
Bit cadangan : 28 bit
Byte inisial : 248-255
Deskripsi : Kelas E adalah ruang alamat yang dicadangkan untuk keperluan eksperimental.










